Tag Archives: jalibar

BPN Segera Ukur Ulang Tanah Warga

Jalur Lingkar Barat (Jalibar) di Desa Ngasem Kecamatan Ngadilangkung, memakan lahan warga. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Jalur Lingkar Barat (Jalibar) di Desa Ngasem Kecamatan Ngadilangkung, memakan lahan warga. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)


Minggu depan, diperkirakan tim ukur tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang bakal turun ke lapangan. Hal itu menindaklanjuti tuntutan warga soal ganti rugi Trase (Proyeksi sumbu jalan pada bidang horisontal, yang berhubungan erat dengan tikungan, belokan Jalibar) yang memakan tanah mereka. Pengukuran ulang itu dilakukan untuk mengecek luasan tanah warga yang dilaporkan termakan trase.

Kepala Bagian Pertanahan Pemerintah Kabupaten Malang Jamhuri mengatakan lahan warga akan diganti sesuai harga lama pembebasan. Artinya, tim apresial telah memberikan kelas harga pembelian sesuai posisi tanah yang dibebaskan. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Lahan Termakan Trase Jalibar, Warga Minta Ganti Rugi

Lima warga pemilik lahan yang dilewati Jalur Lingkar Barat (Jalibar) mendatangi Kantor Bagian Pertanahan Pemkab Malang, kemarin. Mereka menuntut ganti rugi material kepada Pemkab Malang karena lahannya termakan pembangunan Trase (proyeksi sumbu jalan pada bidang horisontal, yang berhubungan erat dengan tikungan, belokan) Jalibar. Pemkab Malang berjanji akan melakukan pengukuran ulang yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malang.

Lima warga yang mengadu tersebut terdiri dari empat warga desa Ngasem yakni Amin, Abdul Latif, Imam Ghozali, Munib dan dan satu warga Desa Ngadilangkung Kholili. Turut mendampingi lima warga itu Syamsul Hadi anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang. Kata Syamsul, warga menuntut ganti rugi karena tanahnya termakan pembangunan Jalibar. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Jalinbar Gunakan Dua Gerbang

Surveyor Esha Enginering selaku rekanan Pemkab melakukan pengukuran di ruas jalan Mojosari, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Surveyor Esha Enginering selaku rekanan Pemkab melakukan pengukuran di ruas jalan Mojosari, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)


Rencana Pemkab Malang membangun dua pintu masuk di sisi Timur Jalibar (Jalur Lingkar Barat) akhirnya terwujud. Setelah mengadakan pendekatan dengan susah payah, Bagian Pertanahan Pemkab Malang berhasil membebaskan bidang tanah milik 33 warga Desa Mojosari Kecamatan Pakisaji. Sehingga dipastikan Jalibar bakal memakai dua gerbang ,Timur yakni Jalan Mojosari dan Utara Rumah Makan Ontario.

Kasubag Pertanahan Sekdakab Subianto mengatakan Gerbang di utara Rumah Makan Ontario tersebut merupakan alternatif I pengembangan Jalibar. Gerbang tersebut sempat macet karena warga menuntut harga beli jauh diatas taksiran apreisal. Untuk diketahui, lahan persawahan yang bakal dilalui Jalur gerbang alternatif I itu mempunyai panjang sekitar 550 meter. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Warga Ngasem Naikkan Harga Tanah Jalibar

Bocah-bocah Desa Ngasem Kecamatan Ngajum bermain di Jalur Lingkar Barat (Jalinbar), sementara segelintir warga belum merelakan tanahnya untuk fasilitas umum itu. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Bocah-bocah Desa Ngasem Kecamatan Ngajum bermain di Jalur Lingkar Barat (Jalinbar), sementara segelintir warga belum merelakan tanahnya untuk fasilitas umum itu. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Sekretaris Komisi A Syamsul Hadi mengatakan, tujuh warga Desa Ngasem Kecamatan Ngajum meminta Pemkab Malang menambah dana pembelian tanah milik warga setempat. Tuntutan tersebut adalah satu diantara permintaan penambahan harga tanah dan penambahan selisih luasan tanah.

Dikatakan Syamsul, dirinya sudah mengajukan tuntutan warga tersebut kepada Wakil Bupati Malang Rendra Kresna.

Menurut Syamsul, dari tujuh warga Ngasem satu warga bernama Dul Mukti meminta kekurangan pembayaran tanah. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Jalibar Usai Sebelum Dua Tahun

Jembatan Layang Jalinbar bakal dibangun melintas di atas Jalan Desa Ngadilangkung-Ngasem. (Bagus Ary Wicaksono)

Jembatan Layang Jalinbar bakal dibangun melintas di atas Jalan Desa Ngadilangkung-Ngasem. (Bagus Ary Wicaksono)

Pemkab Malang berharap pembangunan jembatan Jalinbar (Jalur Lingkar Barat) selesai kurang dari dua tahun. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Rendra Kresna kepada Malang Post, kemarin. Dengan demikian keberadaan Jalinbar sebagai pemecah arus kendaraan di jalan protokol Kepanjen bisa dirasakan.

Rendra memprediksi dalam lima tahun ke depan, volume kendaraan di Kepanjen pasti meningkat. Sehingga diperlukan Jalinbar sebagai jalur lingkar kota untuk menertibkan arus kendaraan. Apalagi, ketika pusat pemerintahan dipindahkan di Kepanjen maka kendaraan bakal dibatasi.

“Yang boleh masuk ke kota hanya kendaraan pribadi serta mikrolet. Sementara kendaraan berat diarahkan ke jalur lingkar barat,” terang Rendra. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Pemkot Mulai Kehabisan Dana, Jalitim Terancam Macet Lagi

Pelebaran Jalan Mayjen Sungkono sebagai akses jalan tembus lingkar timur (jalitim) tampaknya tidak akan berkembang jauh. Bahkan, diprediksi proyek itu akan macet lagi jelang tahun 2009. Alasannya, pemkot mulai kehabisan dana. Di lain hal, APBN dinilai tak banyak memihak.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Malang Peni Suparto di Balai Kota Malang, kemarin. “Perlu dana sangat besar. APBD jelas tidak akan mampu. Karena itu, pemkot hanya mengandalkan bantuan APBN untuk menuntaskan Jalitim,” ujarnya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Pengembangan Jalur Lingkar Barat Dibayangi Provokator

Persawahan di utara RM Ontario, rencananya sebagai pintu gerbang Jalibar (Jalur Lingkar Barat) di Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen.

Persawahan di utara RM Ontario, rencananya sebagai pintu gerbang Jalibar (Jalur Lingkar Barat) di Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen.

Pemkab Malang meminta pemilik areal persawahan di utara Rumah Makan Ontario Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen tidak pasang harga karena diprovokasi pihak tertentu, terkait pengembangan Jalur Lingkar Barat (Jalibar). Areal tersebut sedianya bakal difungsikan sebagai gerbang timur (pintu masuk) Jalibar, namun pengerjaannya masih terganjal, karena warga meminta harga tanah diatas taksiran Apreisal.

Menurut Assisten I Sekdakab Zen Achmad, hendaknya warga pemilik persawahan mematok harga tanah sesuai dengan harga pasaran saat ini. Karena Pemkab Malang tidak bakal membeli tanah yang ditaksir dengan patokan harga lima atau sepuluh tahun ke depan. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya