Tag Archives: korupsi

Cebongan, Soeharto, dan Kekecewaan pada Demokrasi

Oleh : Satrio Wahono*

SEBELAS anggota Kopassus kemarin mulai disidang pidana militer karena membunuh empat tersangka pembunuhan di Lapas Cebongan. Mengherankan, betapa para oknum itu justru dielu-elukan, terutama di Jogjakarta. Alat negara yang menyerbu instansi negara tersebut dinilai berjasa menggentarkan para preman yang mulai melindap di Kota Gudeg itu.

Gejala mengelu-elukan jalan pintas kekerasan tersebut seiring dengan ”kerinduan” pada sosok Pak Harto. Tulisan -umumnya disertai gambar Pak Harto- kini banyak dijumpai di bak-bak truk antarkota, ”Masih lebih enak zaman saya, toh?”. Ketika BBM akan dinaikkan, beredar di jejaring sosial gambar ”Pak Harto” mengajari ”Pak SBY” di papan bertulisan, ”Jamanku bensin Rp 700, saiki piro, Le?” (Zaman saya bensin Rp 700, sekarang berapa, Nak?). Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Kelakuan Koruptor Sama Saja dengan Kucing

Butet Kertaradjasa menyindir habis-habisan koruptor di negeri ini yang tak pernah kapok mencuri.Aktor dan seniman monolog Indonesia, Butet Kertaradjasa kemarin malam mengguncang Gedung Sasana Krida UM. Dengan gaya khasnya, malam itu dia memblejeti ulah para koruptor negeri ini.

Mengenakan kemeja lengan pendek merah bata, Butet mengatakan bahwa koruptor, yang kata dia merupakan pencuri uang rakyat, bisa disamakan dengan kucing yang dalam monolog itu dia ceritakan mencuri ikan bakar rica-rica yang telah disiapkan sang istri. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Malang

Menagihkan Biaya Memburu ke si Buron

BELAKANGAN ini, dua kasus hukum yang high profile memasuki fase akhir babak pertama. Nazaruddin sudah divonis 4 tahun 10 bulan. Nunun Nurbaeti dituntut 4 tahun penjara. Dua kasus itu sama-sama membuat ekstrarepot aparatus negara. Untuk menyeret keduanya ke peradilan, aparat harus memburu mereka ke luar negeri. Dua bekas orang terhormat itu pernah berstatus buron, bahkan masuk red notice (daftar tangkap) Interpol.

Kita sudah sangat pesimistis dua orang notorious tersebut akan mendapat hukuman berat. Setimpal saja kita sulit berharap. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Hukum

Masa Senja Pilu Koruptor (Perempuan)

Oleh Reza Indragiri Amriel

TAK sedikit orang yang gundah, ”Kok bisa-bisanya ibu-ibu tersangkut kasus korupsi.” Tentu, terlalu berlebihan untuk menyimpulkan bahwa perempuan-perempuan Indonesia telah terjangkiti wabah korupsi. Apalagi hanya dengan berpatokan pada sekian perempuan yang namanya belakangan ini mengemuka dalam kasus-kasus korupsi. Walau begitu, saya memaklumi kegundahan bias gender di balik pertanyaan tentang kiprah perempuan dalam perkara korupsi. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Hukum

Makna Aktivis Bertemu ”Panglima Pemberantasan Korupsi”

ADA gelak tawa, ada basa-basi, berlanjut pertemuan tertutup. Para pelantang antikorupsi kemarin berbicara dengan Presiden SBY. Pertemuan itu janganlah buru-buru disinisi sebagai pencitraan. Lewat pertemuan tersebut, kita bisa berharap kepemimpinan SBY memperbarui ketegasannya dalam memberantas korupsi. Rakyat tak bisa lupa bahwa SBY pernah menegaskan dirinya akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi.

Sang panglima kemarin didampingi ”komandan lapangan”, yakni Kapolri Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, dan Ketua PPATK M. Yusuf. Selain itu, tak tertinggal komandan ”Kopassus korupsi”, yakni Ketua KPK Abraham Samad. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Hukum

Marzuki dan Istana Banggar

HERAN nian melihat Marzuki Alie mengedarkan telunjuk ke sana kemari. Terkait dengan renovasi “Istana Banggar” DPR Rp 20 miliar seharusnya dia “menuding” dirinya sendiri dulu. Hai, hai, hai… kita sempat dibuat lupa sejenak bahwa ketua DPR itu ternyata merangkap ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dengan segenap kewenangan dan fasilitasnya. Ketika terjadi persoalan, dia mestinya ikut menjelaskan kepada publik yang marah. Tapi, dia malah ikut marah dan seakan tak punya kaitan apa pun.

Akan halnya Nining Indra Saleh, sang sekretaris jenderal DPR, beserta anak buahnya bisa saja punya andil dalam kekacauan ini. Tetapi, bagaimanapun, penanggung jawab tertinggi adalah Marzuki. Kalau pimpinan hanya bisa menyalahkan anak buah, padahal dirinya yang tak mampu memimpin, apa kata dunia? Apa kata akhirat? Terang sekali bahwa duit Rp 20.000 juta itu lolos karena mekanisme internal sudah dilalui. Mengapa Marzuki tak mengetahui dan mencegahnya lebih dulu?

Leadership, agaknya, menjadi problem berat di sini. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Setelah Rosalina Bersaksi

Oleh Samsul Wahidin

SIAPAPUN yang beperkara di pengadilan pasti mengikuti hukum tidak tertulis tetapi abadi. Pertama, berupaya keras membebaskan diri dari jerat hukum dan berupaya keras pula membuktikan dirinya tidak bersalah. Kedua, kalau tidak mungkin melepaskan diri, berupaya agar hukuman yang diterima seringan-ringannya.

Ketiga, memosisikan diri sebagai bumper aktor lain agar tidak terlibat dalam perkara yang sedang dihadapi. Atau sebaliknya, justru melibatkan sebanyak-banyaknya orang yang terkait dengan tindak pidana yang dilakukan. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Hukum