Tag Archives: Krisis energi

Bermotor Tempuh 600 Kilometer dengan Gas Satu Tabung Melon

Marno Mukti pernah membuat Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang kagum saat menemukan bahan bakar sejenis minyak tanah dan bensin dari sampah. Kini, ketua RT 22, Kelurahan Pelita, Samarinda, itu berusaha mengubah bensin sampah temuannya tersebut menjadi gas untuk bahan bakar motor.

SAAT menemukan sejenis minyak tanah dan bensin dari sampah, Marno Mukti menjuarai lomba teknologi tepat guna (TTG) tingkat Kota Samarinda. Dia pun mewakili Samarinda untuk mengikuti lomba TTG tingkat provinsi.

Meski begitu, alumnus salah satu SMK di Madiun, Jawa Timur (Jatim), tersebut tak berpuas diri. Terinspirasi temannya di Jawa, Marno baru saja mengutak-atik motor Shogun miliknya sehingga bisa dijalankan dengan bahan bakar gas elpiji.

Agar motor itu bisa jalan dengan bahan bakar gas, papar Marno, karburator harus diubah. “Pilot jet yang semula berukuran 15 saya ganti yang ukuran 50,” katanya kemarin. Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Indonesia

Indonesia Bukan Tanah Surga BBM

Meninggalnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Widjajono Partowidagdo tak cuma membawa duka mendalam bagi keluarga, tetapi sekaligus bagi bangsa Indonesia.

Wakil Menteri yang akrab disapa dengan panggilan Pak Wid atau Profesor Wid itu dikenal sebagai orang yang eksentrik. Tak hanya terkait dengan penampilan rambut gondrong serta hobinya yang suka pergi mendaki gunung, Pak Wid juga dikenal memiliki keberanian dalam menyatakan pendapat tentang sektor energi.

Pak Wid berpendapat bahwa kita harus memiliki kebijakan energi yang lebih jelas, bukan hanya untuk sekarang, tetapi untuk jangka panjang. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Ancaman Emas Hitam

UNTUK kali kesekian, tim ekonomi pemerintah menunjukkan sikap ragu dan gamang. Gara-gara menjadi polemik berkepanjangan, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi yang sedianya diberlakukan mulai 1 April kembali mengambang. Opsi yang ada pun makin berkembang. Tak hanya membatasi BBM bersubsidi, mengerek harga Rp 500-Rp 1.000 per liter atau menaikkan harga secara bertahap Rp 500 sampai tingkat keekonomian pun menjadi pilihan.

Entah opsi mana yang akan diambil pemerintah nanti. Yang jelas, waktu terus berdetak seiring merangkaknya harga minyak mentah di pasar dunia. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Krisis Ekonomi dan Energi Terbarukan

Oleh Donni Adinata

TANPA energi, kehidupan manusia akan musnah atau lumpuh. Sumber energi seperti minyak bumi, gas, dan batu bara berasal dari fosil. Energi jenis itu tidak dapat diperbarui. Artinya, kita cuma dapat menggunakannya sekali. Setelah itu habis terbakar atau tersintesis. Selain itu, ada sumber energi yang berasal dari alam dan dapat diperbarui, seperti energi dari matahari, panas bumi, air, angin, tumbuh-tumbuhan dan hewan atau yang dikenal dengan biomasa. Konsumsi energi terbarukan atau renewable tersebut masih berkisar 16 persen dari total kebutuhan dunia. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Naikkan Premium, Konversi ke BBG

KENYAMANAN subsidi BBM selalu melenakan. Penerima subsidi lama-lama merasa seharusnya seperti itulah harga BBM. Niat pemerintah untuk mengubah keadaan karena subsidi APBN kita menimpakan beban berat selalu dibayangi rasa waswas politis. Suasana demokrasi seakan-akan “menyandera” pemerintah agar tidak mengusik subsidi kalau itu berisiko popularitas turun.

Pemerintah memang harus berpihak kepada rakyat. Tetapi, keberpihakan itu tidak harus memanjakan dengan subsidi BBM yang jumlahnya kian irasional. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Sepuluh Ribu Kompor Jarak Produksi Malang Banjiri Pasar Indonesia

Menurut Eko, berat biji jarak 250 gram dapat menyalakan kompor api selama 75 menit (sas/PrasetyaOnline)

Menurut Eko, berat biji jarak 250 gram dapat menyalakan kompor api selama 75 menit (sas/PrasetyaOnline)

Kompor jarak Malang (KJM) yang diproduksi perajin kompor di wilayah Merjosari dan Tlogomas mulai awal 2008 lalu terus menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Kompor yang telah mengalami penyempurnaan beberapa kali tersebut menjadi alat alternatif untuk memanfaatkan jarak tanpa harus mengolahnya menjadi minyak atau biodiesel. Sedikitnya 10 ribu kompor produksi sentra kompor Malang itu dipakai di berbagai daerah.

Eko Widaryanto, penggagas KJM saat berada di rumahnya kemarin mengungkapkan, saat ini dia bersama dewan pertimbangan presiden tengah berkeliling untuk memasyarakatkan kompor jarak. Dan, kompor jarak Malang dinilai sebagai alat penunjang penggunaan bahan bakar alternatif yang layak digunakan. Daerah yang telah mengadopsi dan mencontoh kompor made in Merjosari dan Tlogomas itu antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Karanganyar, Jogjakarta, Bali, Jawa Barat. Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Malang

Temuan Kincir Air Kaki Angsa Direspon

Dua penemu Kincir Air Kaki Angsa dari UM. Dari kiri Djajusman Hadi dan Budiharto sedang memaparkan hasil temuannya. (Lailatul Rosida/Malang Post)

Dua penemu Kincir Air Kaki Angsa dari UM. Dari kiri Djajusman Hadi dan Budiharto sedang memaparkan hasil temuannya. (Lailatul Rosida/Malang Post)


Kincir Air Kaki Angsa, temuan dua staf Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Djajusman Hadi dan Budiharto diseriusi Kementrian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM). Melalui Balitbang ESDM, produk penghasil energi alternatif itu akan dikomersilkan. Karena itu, diharapkan ada penyempurnaan teknologi sebelum tahapan komersialisasi yang ditargetkan pada 2011 mendatang.

Menurut Sekretariat Badan Litbang ESDM Deden Sukarna, Kincir Air Kaki Angsa ini sebenarnya sudah banyak dipesan daerah-daerah. Akan tetapi karena masih butuh penyempurnaan, maka diharapkan produk bisa lebih efektif dan efisien dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) misalnya. Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Malang