Tag Archives: kurs rupiah

Pemerintah Berkomitmen Memperkuat Fundamental Ekonomi

JAKARTA–Faktor perekonomian global dan penguatan dolar AS (USD) menjadi penyebab utama terus merosot dan fluktuatifnya nilai tukar rupiah. Pemerintah menjanjikan terus menerbitkan sejumlah kebijakan yang bisa membawa rupiah kembali stabil. Salah satunya adalah kebijakan menurunkan harga BBM, premium dan solar, awal Januari lalu.

“Kebijakan penurunan harga BBM diambil karena harga minyak dunia turun. Itu adalah salah satunya,” terang Menko Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta kemarin (8/1).

Kurs tengah BI yang sempat terpuruk 74 poin pada perdagangan Rabu lalu (7/1) kembali stabil pada perdagangan Kamis lalu (8/1). Kurs tengah BI pada perdagangan kemarin ditransaksikan di level Rp 12.731 per USD atau menguat tipis dari perdagangan sebelumnya di level Rp 12.732. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Kurs Rupiah Jadi Mata Uang yang Melemah Paling Parah di Asia

Rupiah Indonesia mengalami penurunan paling dahsyat di antara seluruh mata uang Asia pada bulan ini. Dana asing ditarik dari saham-saham lokal dalam persiapan para investor untuk rencananya dipindahkan ke USD, menyusul berita kenaikan suku bunga AS.

Investor luar negeri menjual saham senilai 542juta USD lebih dari yang mereka beli pada bulan September, arus keluar terbesar sejak Juni 2013. Bank sentral AS menaikkan estimasi median akhir 2015 untuk suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 1.375 persen bulan ini. Indonesia memiliki cadangan devisa sekitar 111,2 M USD dari cadangan pada bulan Agustus, yang setidaknya cukup untuk menutupi biaya 6,5 bulan impor, dibandingkan dengan 11 bulan untuk Filipina.

“Indonesia masih merupakan salah satu negara yang paling rentan di wilayah asia untuk langkah risk-off karena rasio cadangan devisa,” kata Gundy Cahyadi, ekonom DBS Group Holdings Ltd di Singapura.

Nilai tukar rupiah turun 4% pada bulan ini, merupakan tingkat penurunan yang terbesar sejak November 2013, yaitu berada di posisi Rp 12.185/USD pada pukul 04.05 WIB. Melemah 0,1 % pada hari ini (30/9) dan sekitar 2,7% pada kuartal ini.

Keputusan DPR RI yang meloloskan RUU penghapusan pilkada langsung pada 26 September, dinilai sebagai sebuah kemunduran bagi Presiden terpilih Joko Widodo dan partai-partai pendukung saat dia menentangnya. Legislatif menyetujui revisi anggaran 2015 kemarin, tanpa memotong subsidi energi. Joko Widodo, pada awalnya bermaksud untuk mengurangi subsidi bahan bakar.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Rupiah Dianggap sebagai Salahsatu Mata Uang dengan Kinerja Terbaik pada 2014

Rupiah tahun ini telah menjadi mata uang emerging market berkinerja terbaik di dunia, di saat terjadi defisit transaksi berjalan dan perekonomian terbesar di Asia Tenggara menyusut. Di antara 10 negara terbesar di Asia, hanya China yang memiliki angka pertumbuhan melebihi dari Indonesia

Rupiah akan lepas dari kondisi terburuk untuk 1 di antara mata uang Asia tahun ini karena ekonomi Indonesia yang tangguh dan defisit neraca perdagangan menyusut akan menarik aliran dana investasi, demikian menurut para analis pasar. Pergeseran tahun lalu dalam nilai Rupiah yang terpukul nilai impor , mendorong surplus perdagangan ke level tertinggi dalam 20 bulan terakhir pada bulan November dan membuka jalan untuk rebound dalam nilai kurs rupiah.

Pada tahun 2014 aliran dana asing telah menyuntikkan lebih dari $ 1 miliar ke obligasi dan saham di Indonesia . Surplus perdagangan Indonesia pada bulan Desember adalah yang terbesar dalam lebih dari 2 tahun . Morgan Stanley dan Maybank memperkirakan apresiasi rupiah akan bertambah jika Jokowi memenangkan pemilihan presiden di bulan Juli.

Rupiah telah naik menjadi 11.840 per dolar setelah naik sebesar 2,5 % minggu lalu .

Pada 2013 , nilai tukar rupiah anjlok 21%. Sementara Rand Afrika Selatan, Real Brasil , Lira Turki, dan Rupee India merosot antara 1 dan 4,4 % pada periode yang sama .

Perry Warjiyo , Deputi Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa untuk tahun lalu , defisit transaksi berjalan adalah 3,26% yang diperkirakan akan turun menjadi 2,5 % tahun berjalan dan 2 % pada tahun 2015 .

” Kami pikir rupiah adalah undervalued dan pada tingkat ini diberikan dinamika pertumbuhan, ” Jeavon Lolay , direktur riset global di Lloyds , mengatakan dalam wawancara di London, Rabu (12/02). “Angka-angka perdagangan baru-baru ini telah positif. Kami juga memiliki pandangan yang lebih positif terhadap pertumbuhan global, yang akan membantu pemulihan ekspor di babak kedua”, pungkasnya.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Goldilocks dan Rupiah

Oleh Rhenald Kasali

Alkisah, Goldilocks adalah seorang gadis yang tengah kelaparan. Di tengah perjalanan di hutan, dia terhenti di sebuah rumah kayu yang ditempati tiga ekor beruang. Karena tidak ada yang membukakan pintu, dia pun masuk dan menikmati sup di meja.

Sup pertama ”terlalu panas”, dia beralih ke mangkuk berikutnya.

”Ini juga terlalu dingin.”

Dia pun mencicipi yang ketiga, ”Ahhh… this is just right,” ujarnya.

Goldilocks adalah dongeng yang sangat terkenal, yang diturunkan dari puisi karangan Robert Southey. Namun, dongengnya, Goldilocks and The Three Bears itu, menjadi terkenal saat Amerika Serikat mengendalikan pasar uangnya yang merembet ke sini. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi, Indonesia

Ketika Pesta Harus Berakhir: Babak Baru Depresiasi Kurs Rupiah

GEJALA terjadinya krisis keuangan mulai mengintip Indonesia. Dari Mei ke Agustus, kurs rupiah jatuh dari Rp 9.870 ke Rp 11.400 per dolar dan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok sampai 10 persen dalam tiga hari. Seperti rezim Suharto dulu, semua pejabat di era kini, dari presiden sampai menteri, terkesan menafikan masalah di perekonomian. Optimisme berlebihan terus saja disampaikan.

Kalau kita memahami bagaimana pasar valas beroperasi, depresiasi rupiah saat ini merupakan kejadian semestinya. Secara fundamental, ekonomi kita mengandung terlalu banyak kerawanan. Kita sedang menghadapi apa yang disebut sebagai “penyakit Belanda” (Dutch disease). Dulu Belanda mengalami masalah ini ketika ada penemuan gas di Laut Utara yang membuat apreasiasi mata uang gulden tidak wajar. Akibatnya, daya saing industri manufaktur yang sebelumnya menjadi fondasi ekonomi Belanda merosot. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Ekonomi