Tag Archives: PLPG

Proses Sertifikasi Guru Agama Baru Mulai Penilaian Portofolio

Kalangan guru agama yang ikut sertifikasi 2008 harus lebih bersabar. Dibanding dengan sesama rekan guru mata pelajaran lainnya, proses penilaian portofolio berjalan lambat. Pihak Panitia Sertifikasi Guru Universitas Islam Negeri Malang (PSG UIN) baru menerima berkas portofolio seminggu lalu.

M. Zainuddin, sekretaris PSG UIN kemarin mengungkapkan aktivitas menilai portofolio baru dimulai. Sebab, data pusat turun ke PSG seminggu lalu. Sehingga, pihaknya harus ngebut menyelesaikan penilaian terhadap sekitar 2.000 guru agama se-Jatim. “Jangan sampai, penilaian melebihi Desember 2008,” katanya.

Menurut Pembantu Dekan I Fakultas Tarbiyah UIN Malang ini, pihaknya harus selesai sebelum 2009 karena tugas penilaian portofolio masuk program anggaran 2008. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Pengumuman Kelulusan Sertifikasi Tunggu Jakarta

Kejelasan mengenai pengumuman kelulusan sertifikasi 2008 nampaknya belum ada kepastian. Hingga kemarin, Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 15 Universitas Negeri Malang (UM) belum bisa memastikan apakah peserta sertifikasi guru yang tidak ikut Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) adalah peserta yang lulus portofolio atau tidak.

“Nama-nama yang tidak terdaftar dalam PLPG saat ini sedang diusulkan ke konsorsium penilaian sertifikasi guru. Ada dua kemungkinan bisa lulus bisa tidak,” ungkap Pembantu Rektor I UM, Dr H Kusmintardjo M.Pd kepada Malang Post, kemarin.

Diakui, sesuai jadwal awal, pengumuman hasil kelulusan sudah diinformasikan secara luas pad akhir Oktober lalu. Tapi hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

507 Guru Pertanyakan Kelulusan Sertifikasi

Sejumlah 507 dari 1.080 peserta sertifikasi guru Kota Malang 2008 tengah dilanda kebingungan. Penyebabnya, kabar kelulusan mereka tak kunjung jelas. Surat tim Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Universitas Negeri Malang kepada Diknas Kota Malang hanya berisi nama-nama peserta PLPG (pendidikan dan latihan profesi guru) 2008.

Seorang guru, sebut saja Anis di kantor diknas kemarin mengungkapkan, dia sengaja datang untuk melihat pengumuman peserta PLPG. Ketika dirunut, namanya tidak tercantum dalam daftar. Ketika bertanya kepada staf bagian fungsional dan tenaga kependidikan, tidak ada jawaban pasti. “Nama saya tidak ada dalam daftar peserta PLPG. Saya bingung, lulus apa tidak,” kata ibu berkerudung ini. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

UM Jamin Tak Ada Diklat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Fiktif

Para guru peserta sertifikasi serius melihat pengumuman kelulusan di kantor Disdik Kota Malang kemarin (Lailatul Rosida/Malang Post)

Para guru peserta sertifikasi serius melihat pengumuman kelulusan di kantor Disdik Kota Malang kemarin (Lailatul Rosida/Malang Post)

Wakil Ketua Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 15 Universitas Negeri Malang (UM), Dr H Kusmintardjo M.Pd menjamin pelaksanaan Diklat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di UM akan dilaksanakan sesuai ketentuan. Tidak ada diklat fiktif, karena pelaksanaan akan dilakukan sesuai jadwal. Untuk itu, ia berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kabupaten bisa ikut memonitoring pelaksanaannya di lapangan.

“Ini adalah komitmen UM untuk menjadi panitia sertifikasi guru. Kami mengharap kontrol dari Disdik setempat sehingga pelaksanaannya sesuai dengan yang terjadwal,” tegasnya.

Kontrol bisa dilakukan pula oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Misalnya, dengan cek di lapangan, seperti di hotel tempat pelaksanaan. Apakah PLPG digelar sesuai jadwal atau tidak. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Berita, Malang Raya, Pendidikan

Aturan Penilaian Portofolio Berubah, Sertifikasi Diperlonggar

Perangkat penilaian sertifikasi guru kuota 2008 lebih dipermudah. Ada beberapa komponen yang diperlonggar aturannya. Tapi, ada juga beberapa poin yang diketatkan. Langkah itu, selain untuk memudahkan guru mengurus sertifikasi, juga sebuah terobosan mencegah terulangnya praktik manipulasi data.

Hal itu diungkapkan Ketua Sertifikasi Depdiknas Prof H A. Mukhadis di sela-sela seminar Reformasi dan Revitalisasi Pendidikan dan Kebudayaan di Universitas Kanjuruhan, Sabtu (21/6). Mantan ketua LP3 (Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan) Universitas Negeri Malang itu menegaskan, setidaknya ada dua poin yang dilonggarkan. Yaitu ijazah dan NUPTK (nomor unik pendidik tenaga kependidikan). “Ijazah S1 tidak perlu dari perguruan tinggi yang sudah terakreditasi. Begitu juga nomor unik. Belum memiliki tidak apa-apa,” ungkapnya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan