Tag Archives: preman

Cebongan, Soeharto, dan Kekecewaan pada Demokrasi

Oleh : Satrio Wahono*

SEBELAS anggota Kopassus kemarin mulai disidang pidana militer karena membunuh empat tersangka pembunuhan di Lapas Cebongan. Mengherankan, betapa para oknum itu justru dielu-elukan, terutama di Jogjakarta. Alat negara yang menyerbu instansi negara tersebut dinilai berjasa menggentarkan para preman yang mulai melindap di Kota Gudeg itu.

Gejala mengelu-elukan jalan pintas kekerasan tersebut seiring dengan ”kerinduan” pada sosok Pak Harto. Tulisan -umumnya disertai gambar Pak Harto- kini banyak dijumpai di bak-bak truk antarkota, ”Masih lebih enak zaman saya, toh?”. Ketika BBM akan dinaikkan, beredar di jejaring sosial gambar ”Pak Harto” mengajari ”Pak SBY” di papan bertulisan, ”Jamanku bensin Rp 700, saiki piro, Le?” (Zaman saya bensin Rp 700, sekarang berapa, Nak?). Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Dirikan Bisnis Bodyguard Profesional, Hilangkan Kesan Preman

BISNIS bodyguard ala film The Bodyguard besutan Mick Jackson, yang dibintangi Kevin Costner dan Whitney Houston, ternyata di Malang tumbuh cukup subur. Bagaimana bisnis ini dikelola? Berikut catatan Malang Post menelusuri ruang gerak Mad Bull Profesional Guard (Mad Bull).

Tidak seperti kelompok atau kumpulan pengawal lainnya di Indonesia, Mad Bull mungkin satu-satunya jasa layanan pengawalan yang secara terang-terangan hadir di Indonesia. Karena, Mad Bull secara tegas dan meyakinkan, telah memproklamirkan diri sebagai bisnis jasa pengawalan profesional.

Menempati kantor di kawasan Jalan Lahor Malang, nama Mad Bull bukan sekadar berarti sapi jantan gila semata. Sebaliknya, nama Mad Bull diambil sebagai identitas sekaligus patron sistem kerja orang-orang didalamnya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

SPJM Dorong Pengamen Cari Kerja atau Bermusik yang Benar

Operasi preman kini juga menggaruk pengamen jalanan. Khususnya bagi mereka yang bertindak kasar dan memaksa. Kondisi itulah yang membuat Sunaryo, ketua Karang Taruna RW 08, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, ingin berjuang mengubah pandangan orang terhadap pengamen jalanan yang dibinanya. Seperti apa perjuangannya?

Sebuah rumah petak di gang sempit di kawasan Jl Muharto Gg V terlihat ramai. Keramaian ini berasal dari bunyi-bunyian beragam alat musik yang dimainkan empat pemuda. Ada yang bermain gitar, kentrung, ecek-ecek, dan gendang. Mereka manyanyikan lagu Pengamen Jalanan.

Lagu itu diulang-ulang hingga beberapa kali. ”Gak enak, coba ganti nada C,” ujar seorang pria bertubuh kurus berkaos warna hijau. Setelah dimainkan sekali lagi sesuai nada yang diarahkan, pria ini kembali berujar; ”Nah ngene kan lebih enak didengar.” Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Operasi Premanisme, Pengamen Juga Kena

Ketiga remaja yang akan dilakukan pembinaan setelah terjaring operasi preman. (SIGIT ROKHMAD/MALANG POST)

Ketiga remaja yang akan dilakukan pembinaan setelah terjaring operasi preman. (SIGIT ROKHMAD/MALANG POST)

Operasi preman terus digencarkan petugas Polresta Malang. Tidak hanya di kawasan yang rawan kejahatan seperti terminal, di jalan-jalan pun, orang yang dianggap menganggu orang lain juga diciduki petugas kepolisian. Termasuk, pengamen jalanan yang selanjutnya dilakukan pembinaan.

Seperti yang dilakukan Satuan Samapta Mapolresta Malang, kemarin yang menciduk sepuluh orang. Yakni Andi Wijayanto, 13 tahun warga Jalan Pulosari, Blimbing yang diamankan di Jalan A Yani, berikut barang bukti gitar. Tidak berapa lama, giliran Ade Irawan, 18 tahun warga Desa/Kecamatan Donomulyo, yang diamankan berikut barang bukti sebotol miras. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Operasi Preman Berlebihan

Anto Baret, dan Anto Baret saat berpidato tentang premanisme. (IRA RAVIKA/MALANG POST)

Anto Baret, dan Anto Baret saat berpidato tentang premanisme. (IRA RAVIKA/MALANG POST)


Operasi premanisme yang gencar dilakukan oleh anggota kepolisian mendapat tanggapan negatif Komunitas Penyanyi Jalanan Indonesia (KPJI). Bukan lantaran mereka tidak setuju adanya operasi tersebut, namun karena operasi ini tidak tepat sasaran, dan terlalu berlebihan. Sehingga bukan lagi preman yang terjaring dalam operasi tersebut, namun lebih banyak pada anak jalanan.

Hal ini ditegaskan oleh Anto Baret, Ketua KPJI, di The Terrace Café kemarin. Anto yang sengaja di undang oleh komunitas Penyanyi Jalanan Malang mengaku prihatin dengan kinerja aparat (kepolisian), yang dinilai sangat minim memahami arti anak jalanan, preman dan pelaku kriminal. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Lebih Bermanfaat Menangkapi yang Masuk Daftar TO

Pro dan kontra soal operasi preman yang sekarang gencar dilakukan aparat kepolisian terus berdatangan dari masyarakat. Tidak bermaksud untuk memihak yang pro maupun kontra, mantan anggota Arghomz, H. Anang Sobarudin pun angkat bicara mengenai persoalan ini.

Ketika ditemui di tempat kerjanya kemarin pagi, pria yang bekerja sebagai security ini menyambut dengan hangat. Petugas keamanan kelahiran Malang 13 September 1942 ini langsung mempersilahkan Malang Post masuk ke dalam.

Tutur katanya begitu sopan. Sama sekali tidak menunjukkan jika ia pernah menjadi salah satu orang yang paling dicari oleh aparat keamanan dalam operasi preman awal era 1980-an. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

PREMAN ELIT

Dalam rubrik Selamat Pagi Malang harian ini Senin lalu, H Husnun N Djuraid membahas mengenai PREMAN, saya ingin ikut urun rembuk juga masalah premanisme yang seolah sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan kita. Sering kita lihat seseorang dijambret di tengah keramaian dan masyarakat di sekeliling hanya menonton tidak bereaksi melakukan pencegahan.

Sudah sering kita dengar masyarakat mengeluh ketidakamanan naik mikrolet karena jambret ataupun gendam. Tetapi kegiatan itu seolah jalan terus. Kasus kehilangan sepeda motor seolah tidak pernah selesai dan jumlahnya makin meningkat sehingga muncul keengganan masyarakat melapor kalau kehilangan. Mereka merasa dengan melapor ke polisi makin tambah repot urusannya tetapi sepeda motor tidak akan kembali. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Malang