Tag Archives: Rhenald Kasali

Perumahan Rakyat

Oleh Rhenald Kasali

Anda mungkin masih ingat era kejayaan Perumnas dan BTN. Lewat keduanya, impian rakyat memiliki rumah pada era 1980 dan 1990-an menjadi kenyataan. Keluarga-keluarga muda pada masa itu belum banyak mengenal properti, rumah mewah, apalagi apartemen. Jadi, cara memiliki rumah adalah dengan mencicil via BTN, tinggal sedikit di luar kota, lalu perlahan-lahan naik kelas.

Tidak sedikit pemilik apartemen dan rumah mewah di berbagai kota besar dewasa ini yang dulunya adalah pemilik rumah Perumnas.

Kata orang bijak, sekali mampu mengalahkan mitos (tentang keniscayaan mampu membeli rumah), kemampuan memiliki rumah akan muncul dan perlahan-lahan naik kelas. Sebaliknya, sekali Anda menjual rumah warisan, Anda akan terbiasa menghabiskan­nya hingga tak punya apa-apa lagi yang dapat diwariskan kepada anak-anak. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Indonesia

Dilema Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Oleh : Rhenald Kasali

Melemahnya mata uang rupiah menimbulkan banyak pertanyaan tentang masa depan perekonomian Indonesia. Untuk berubah menjadi negara yang ekonominya kuat, Indonesia perlu pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekaligus berkualitas

Dan, negara-negara yang mampu tumbuh secara berkelanjutan memang tidak banyak.

Beberapa studi menemukan, hanya sepertiga dari negara berkembang yang mampu tumbuh terus-menerus dengan tingkat pertumbuhan di atas 5 persen sejak 1950. Tetapi, setahun sebelum Amerika Serikat dilanda krisis (2008), hampir semua kawasan dunia mampu menjalani growth di atas 5 persen. Ruchir Sharma mencatat 114 negara. Berkat pertumbuhannya yang konsisten, Rusia pun berubah. Kesejahteraan bangsa ini tumbuh dari USD 1.500 (per kapita) menjadi USD 13.000. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Ekonomi, Indonesia

Assertiveness

Oleh Rhenald Kasali

DI atas pesawat komersial armada Amerika, seorang pria Asia masuk tergopoh-gopoh dengan membawa sebuah tas besar. Di belakangnya, ikut seorang perempuan muda yang menggendong bayi baru berusia satu setengah tahun. Tangan kanan pria itu menenteng tas besar, sedangkan tangan kirinya yang tengah digips menggantung pada kain segi tiga, layaknya pasien patah tangan.

Di pintu masuk, pramugari bule menghardiknya. “Itu tak bisa dibawa masuk, terlalu besar,” ujarnya tegas. “Lalu, bagaimana?” tanya pria itu. “I don’t know,” ujar kru bule tadi. “We will call your agent,” tambahnya ketus. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Pendidikan

Asteroidpreneur

Oleh Rhenald Kasali

IMPIAN di masa kecil bisa berdampak di masa depan kalau Anda punya kecerdasan otot (myelin) untuk menemukan “pintu-pintu”-nya. Tentukanlah!

Pesan seperti itu sudah sering saya ucapkan, tetapi menjadi semakin riil saat saya bertemu seorang spacecraft engineer yang sedang berlibur di Butchart Gardens yang sejuk di British Columbia, Kanada. Pria keturunan Rusia yang meraih gelar PhD dari Stanford itu bekerja pada dua “pemimpin” besar, yaitu Eric Anderson -yang dikenal sebagai pengusaha biro perjalanan wisata ke luar angkasa (space adventures) dan sudah menerbangkan tujuh miliuner- serta Peter Diamandis -pendiri Ansari X-Prize Foundation, lembaga pengembang teknologi luar angkasa. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Ekonomi Urban Center

Catatan : Rhenald Kasali

Dari Bandara Internasional San Francisco, Rabu minggu lalu saya sudah siap meluncur menuju kota satelit di Castro Valley yang berjarak sekitar 100 mil. Kalau sepuluh tahun lalu saya minta dijemput, kini saya merasa lebih nyaman mengemudikan sendiri mobil sewa yang sudah saya pesan lewat internet. Sebuah alat pemandu jalan digital (GPS) yang dipandu oleh satelit sudah di tangan. Kami membayar sekitar USD 500 untuk sewa mobil SUV yang sudah diisi penuh bensin nonsubsidi dan asuransi selama empat hari. Perkiraan saya, paling lama satu jam sudah sampai. Namun, di luar dugaan, perjalanan mulur menjadi dua jam.

Bukan macet penyebabnya, melainkan mesin GPS mengacaukan perjalanan. Setiap ada kota baru, kami ”dipaksa” exit, berkeliling barang lima belas menit, berputar-putar. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Logistik

Oleh Rhenald Kasali

DUNIA militer mengenal kata logistik dan semua jenderal yang pernah memimpin pasukan perang tahu persis bahwa kunci kemenangan sebuah perang ada pada kekuatan logistik. Menghubungkan kemenangan dengan kesiapan pasukan dan pasukan pendukung adalah sesuatu yang penting. Anda tak mungkin menang perang hanya dengan mengirim pasukan penyerang. Anda juga harus membangun mata rantai yang membuat mereka bisa memenangi pertempuran, mengikuti atau mendahului kemajuan mereka tahap demi tahap.

Di Aceh saya bertemu dengan puluhan pemilik SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) yang bercerita betapa kocar-kacirnya logistik militer dan polisi Indonesia pada era konflik. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi, Indonesia

Mengenal Aceh

Oleh Rhenald Kasali

BANYAK pembaca yang bertanya, bagaimana saya bisa begitu dekat dengan Aceh. Jawabannya sederhana saja. Ibu yang melahirkan kedua anak saya berasal dari Aceh. Jadi, tidak mengherankan kalau sejak dulu (termasuk di era konflik) biasa bagi saya berjalan-jalan menembus kota-kota terpencil di provinsi yang bagi sebagian orang sulit dimengerti ini.

Dulu, sebelum Aceh dibangun dengan infrastruktur yang luar biasa seperti saat ini (pascatsunami), saya biasa memasuki kota-kota kecil sambil menumpang bus yang sering mogok di tengah hutan, beristirahat di antara ratusan lembu milik masyarakat yang tengah beristirahat di atas jalan beraspal, atau ikut bus yang harus menyeberang sungai yang hanya dapat dijangkau dengan menggunakan rakit-rakit bambu. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi, Indonesia