Tag Archives: tempe

Krisis Global Pengaruhi Perajin Tempe

Pengrajin Tempe Ketanen Kelurahan Penarukan Kecamatan Kepanjen membersihkan kedelai Amerika yang harganya mulai naik karena krisis global. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Pengrajin Tempe Ketanen Kelurahan Penarukan Kecamatan Kepanjen membersihkan kedelai Amerika yang harganya mulai naik karena krisis global. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Setelah dampak kenaikan harga kedelai impor yang berimbas pada ukuran dan harga tempe beberapa waktu lalu, hal itu kini terulang lagi. Kini giliran dampak krisis global mulai dirasakan ribuan perajin tempe dan tahu di Kabupaten Malang.

Hampir semua perajin tempe mulai memperkecil volume produksi akibat naiknya harga kedelai impor Amerika. Karena dolar menguat, harga beli kedelai naik dari Rp 6200 menuju Rp 6500 – Rp 6600/kg.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, Agus Satrio kepada Malang Post, kemarin. Agus mengatakan menguatnya nilai dolar mempengaruhi impor dari Amerika. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tak Berhenti Berjuang

Peranan Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti) Bangkit Usaha Sanan Malang yang kini mempunyai anggota sejumlah 412 perajin ini tidak lepas dari sosok Machfud, Ketua Primkopti Bangkit Usaha. Machfud mulai merintis lembaga usaha masyarakat itu sejak 1981 lalu.

Awalnya hanya ada beberapa perajin saja yang bergabung. Maklum, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi memang sangat kurang. Mereka lebih suka menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan lainnya. “Tetapi, dengan beberapa anggota itu, kami terus melakukan kegiatan,” ujarnya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Perajin Tempe Siap Tanpa Subsidi

Stok kedelai di Primkopti Bangkit Usaha, Sanan, Kota Malang (Sinyo/Malang Post)

Stok kedelai di Primkopti Bangkit Usaha, Sanan, Kota Malang (Sinyo/Malang Post)

Paling lambat enam bulan ke depan, pemerintah akan mencabut subsidi kedelai jika kondisi harga terus stabil seperti saat ini. Hal ini diakui oleh Ketua Primer Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Primkopti) Bangkit Usaha, Sanan, Kota Malang, Drs. H. Machfud.

“Sekarang perajin tempe, tahu atau keripik tempe mendapatkan subsidi Rp 1000 untuk setiap kilogram kedelai. Saya memperkirakan, Desember 2008 mendatang, subsidi segera dicabut. Dengan catatan kondisi harga tetap stabil,” ujarnya Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Pia Tempe Jadi Pilihan Oleh-oleh Khas Malang

Selain keripik tempe, makanan berbahan dasar tempe lain, seperti Pia Tempe banyak dicari pembeli selama musim liburan

Selain keripik tempe, makanan berbahan dasar tempe lain, seperti Pia Tempe banyak dicari pembeli selama musim liburan

Keripik tempe masih menjadi pilihan oleh-oleh favorit dari Kota Malang. Meski harga BBM naik bulan Mei lalu yang juga memicu kenaikan harga jual keripik tempe, namun rupanya masyarakat Malang dan luar kota sama sekali tidak terpengaruh. Bahkan, omzet para perajin tempe di sentra UKM tempe di Sanan cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Pemilik Keripik Tempe Andhika di Jalan Tumenggung Suryo, Suhartini mengungkapkan, penjualan keripik tempe tahun ini lebih baik dari pada 2007 lalu. Padahal, harga jual keripik tempenya sudah naik sekitar Rp 500 per bungkusnya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Pariwisata

Pengrajin Tempe Minta Subsidi Kedelai Segera Dicairkan

Para pengrajin tahu dan tempe di Kota Malang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera mencairkan subsidi kedelai. Desakan ini disampaikan karena biaya operasional pembuatan tahu dan tempe naik akibat adanya kenaikan BBM. “Jika bantuan tak segera cair, pengrajin sulit berproduksi,” kata Wakil Ketua Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Primkopti) Bangkit Usaha Kota Malang, Chamdani, Rabu (18/6).

Menurut Chamdani, belum cairnya subsidi kedelai ini membuat pengrajin harus membeli kedelai dengan harga antara Rp 6.500 hingga Rp 6.800 per kilogram. Dengan harga kedelai sebesar itu, para pengrajin tidak bisa menikmati keuntungan karena tingginya biaya produksi. Apalagi, ada kenaikan pada biaya transportasi. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Malang